Cech Raih Clean Sheet Terbanyak Premier League

Cech Raih Clean Sheet Terbanyak Premier League

Cech Raih Clean Sheet Terbanyak Premier League

Arsene Wenger memuji setinggi langit Petr Cech yang baru menorehkan rekor. Kiper berkebangsaan Republik Ceko tersebut menghasilkan catatan baru dalam hal clean sheet.

Kemenangan 2-0 Arsenal atas Bournemouth menjadi panggung tersendiri bagi Petr Cech. Kiper 33 tahun itu mencatatkan namanya sebagai penjaga gawang yang paling sering clean sheet.

Dalam laga yang bergulir di Emirates Stadium, Selasa (29/12/2015) dinihari WIB, Arsenal menang dua gol tanpa kebobolan. Gol pertama The Gunners terjadi di menit ke-27 lewat Gabriel Paulista dan digandakan oleh Mesut Oezil di menit ke-63. Statistik juga mencatat kontribusi Oezil lainnya di laga itu.

Tambahan tiga poin itu mengantarkan Arsenal menempati puncak papan klasemen. Arsenal mengantongi nilai 39 dari 12 kemenangan, tiga hasil seri dan empat kali kalah.

Selain kontribusi apik Oezil, laga itu juga menjadi ajang spesial bagi Cech. Kiper internasional Republik Ceko itu melampaui catatan mantan kiper Inggris, David James, sebagai pencetak clean sheet paling sering di Premier League.

Cech membuat clean sheet pada 170 pertandingan. Rekor itu dibuat dia pada 352 pertandingan. Sebanyak 162 kali gawangnya tak kebobolan dibuat bersama Chelsea, sisanya bersama Arsenal. Sementara, James membuat 169 clean sheet pada 562 penampilannya.

Cech menyamakan rekor dengan James pada 13 Desember. Kala itu, Arsenal menang atas Aston Villa 2-0.

“Saya harus mengatakan kalau ini amat membanggakan. Tidak setiap hari rekor bisa dipecahkan dalam liga terbaik di dunia ini. Saya juga amat gembira dengan kemenangan tim karena setelah pertandingan menghadapi Southampton kami bisa kembali ke gaya kami,” kata Cech seperti dikutip situs resmi klub.

“Secara keseluruhan kami tampil bagus dan mendekati akhir pertandingan, pada lima atau sepuluh menit terakhir, saya mengecek waktu dan mulai berpikir, ‘Oke, pertandingan sudah sejauh ini dan ayolah berusaha jangan sampai kebobolan.’

“Kami menjaga konsentrasi sampai akhir babak kedua karena jika sampai kebobolan di tiga menit terakhir dan ada waktu tambahan maka akan jadi lima menit yang amat panjang. Bisa jadi muncul kesalahan dan bisa kalah. Memang sudah semestinya kami menjaga konsentrasi sejak awal sampai akhir pertandingan,” ucap dia.